Wajah Kekuasaan di Tanah Kelahiran

226d650a765259f30b73416f52412cbb
Ilustrasi kekuasaan. Sumber gambar: Pinterest

Kontributor: Bayu Satria Utama*

Zeltater der Aufklärung, di antara kita mungkin sudah tak asing dengan istilah ini, atau bahkan sebaliknya. Istilah ini, merujuk pada masa ketika daratan Eropa mencapai kebangkitan atas penindasan hegemoni ajaran agama yang merenggut kebebasan masyarakat pada abad ke-9 hingga 14 Masehi. Apakah kini Eropa masih seperti itu? Tentu tidak. Apakah ada kesamaan antara Eropa dan NTB hari ini? Mari kita telaah dalam perspektif kekuasaan.

Berbicara tentang kekuasaan, tentu membuat sebagian di antara kita akan berpandangan negatif. Jika benar anda yang membaca ini juga ikut berfikir negatif, maka pastikan anda harus membaca habis tulisan berikut.

Asal usul perubahan kekuasaan

Tidak ada yang mengetahui secara pasti kekuasaan itu pertama kali hadir kapan dan dimana. Namun, diyakini pada mulanya kemampuan mempengaruhi seseorang untuk melakukan sesuatu atau singkatnya kekuasaan, berasal dari individu yang memiliki kekuatan fisik layaknya penguasa pada hukum rimba. Kekuatan fisik tersebut seiring berjalanya waktu, berganti bentuk pada segelintir individu yang memiliki kemampuan mengelola sejumlah individu lain. Dalam hal ini, lahirlah sekelompok orang yang kemudian disebut sebagai bangsawan dalam kerajaan-kerajaan. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, para bangsawan ini memiliki kekuatan dalam bentuk fisik dan sistem tata kelola atas sekelompok individu yang selanjutnya disebut sebagai rakyat pada masanya.

Akibat adanya sekelompok penguasa (bangsawan) dan rakyat yang terus bertambah jumlahnya. Maka diperlukan nilai-nilai kepercayaan (keyakinan/agama) yang diyakini rakyat sebagai pedoman hidup dalam bermasyarakat. Nilai-nilai inilah yang kemudian merubah tuan dari kekuasaan berada pada individu yang menguasai nilai-nilai, berupa keyakinan dan agama. Pada akhirnya, sekelompok individu inilah yang kemudian menjadi bentuk pemegang baru dari kekuasaan tanpa harus menggunakan paksaan secara fisik.

Beberapa era berikutnya, dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat yang tidak hanya terbatas pada nilai keyakinan dan agama. Kondisi ini, menciptakan lingkungan yang melahirkan kalangan intelektual yang berfikir kritis. Melalui dominasi pemikiran yang dilahirkan para intelektual atas nilai-nilai keyakinan dan agama di masyarakat, kemudian memicu perubahan pemegang kekuasaan pada bentuk yang berbeda. Dalam hal ini, kalangan intelektual memiliki kemampuan mempengaruhi yang lebih dominan dibandingkan dengan pemegang kekuasaan sebelumya, dikarenakan pemikiran realistis yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, tak heran jika masyarakat modern hari ini, tak mudah dipengaruhi hanya sebatas melalui nilai keyakinan dan agama.

Namun pada akhirnya, kekuasaan beralih tuan pada sekelompok orang yang memiliki kekuatan modal secara ekonomi. Mengapa demikian? Hal ini terjadi akibat, sekelompok orang ini mampu mengendalikan atau bahkan menjadi bentuk individu-individu yang memegang kekuasaan sebelumnya (fisik, nilai, dan intelektual). Sehingga jika ditelaah lebih jauh, akan nampak sekelompok individu yang lebih dikenal sebagai pemilik modal, berada dibalik setiap pemegang kekuasaan. Apakah ini masih terjadi? Mari kita lihat realitanya.

Eropa dan NTB

Mengutip pernyataan G.W.F Hegel: “Was vernünftig ist, das ist wirklich; und was wirklich ist vernünftig,” (yang masuk nalar adalah yang nyata; dan yang nyata adalah yang masuk nalar). Perubahan pemegang kekuasaan di Eropa hari ini, merupakan hasil dari realita nyata yang dapat dinalarkan dan juga dapat terjadi di manapun. Bagaimana dengan di NTB? Hingga hari ini, proses perubahan pemegang kekuasaan masih bergulir. Jika di Eropa tuan dari pemegang kekuasaan telah beralih bergantian mulai dari era Yunani Kuno, Romawi di bawah naungan gereja, Revolusi yang digulirkan kaum intelektual hingga hari ini. Maka, pemegang kekuasaan yang berada di NTB masih bertahan pada segelentir individu yang memiliki penguasaan nilai keyakinan dan agama di masyarakat.

Berdasarkan realita hari ini, NTB memiliki peluang melakukan perubahan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan Eropa. Mengapa hal itu dapat terjadi? Jika dilihat, Eropa membutuhkan waktu lebih dari 15 abad untuk melakukan tranformasi pemegang kekuasaan yang bersifat fisik menuju modal kapital (Yunani Kuno, Romawi Kuno-Romawi, Dark Age, Renaisance, Modern, Post-Modernisme). Berbeda dengan NTB, dalam kurun waktu 58 tahun telah mampu melakukan transformasi pemegang kekuasaan dari yang bersifat fisik (Afiliasi militer dan Bangsawan) menjadi bersifat pengaruh nilai keyakinan dan agama masyarakat. Namun, masih tersisa dua bentuk pemegang kekuasaan (Intelektual dan Modal Kapital) yang belum nampak mayoritas memegang kendali sebagai tuan pemegang kekuasaan untuk menyamai sejarah Eropa.

Jika kita bandingkan, NTB memiliki peluang untuk mengikuti sejarah perubahan yang dilalui oleh Eropa. Salah satunya yakni, mengenai pembentukan standar nilai kebenaran yang dibentuk pada masyarakat. Oleh sebab itu tak perlu heran, jika pemegang kekuasaan mayoritas di provinsi ini, nilai masyarakat yang dibentuk merupakan nilai untuk mempertahankan kondisi status quo pada kedudukanya. Layaknya Eropa sekitar 4 abad dibawah naungan para pemegang kekuasaan dengan legitimasi nilai kepercayaan dan agama.

Hal yang cukup menarik yakni, adanya tren baru dalam mempersiapkan tokoh yang berasal dari kalangan akademisi sebagai tokoh politik yang disiapkan untuk berbagai kedudukan di NTB. Tentunya, tren ini tidak akan berdampak banyak jika pemegang kekuasaan sebelumnya tidak memberi lampu hijau untuk melakukan perubahan yang akan bersifat sementara ataupun tetap. Apakah dengan adanya peralihan bentuk dari sifat pemegang kekuasaan ini, akan membawa perubahan layaknya di Eropa hari ini? Jika Eropa saja bisa, kenapa kita tidak, selamat berjuang di 2018.


*Kontibutor adalah pengurus Ikatan Alumni SMAN 5 Mataram dan meraih gelar sarjana Ilmu Politik di Universitas Brawijaya. Opini merupakan tanggung jawab dari kontributor

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s