Tolak Pengerukan Pasir, Nelayan Labuhan Haji Siap Berperang

keruk

Poster tolak pengerukan pasir untuk reklamasi teluk benoa. Sumber foto: kicknews

Reporter: L. Theo Hidayat

Pengerukan pasir di Labuhan Haji, Lombok Timur dilakukan oleh perusahaan rekanan PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI). Pengerukan pasir akan berdampak pada rusaknya ekosistem laut di Labuhan Haji yang akan berpengaruh pada hasil tangkapan ikan nelayan.

Halo Rinjani – Megaproyek Reklamasi Teluk Benoa, Bali, mendapat penolakan dari warga Bali, terutama warga sekitar Tanjung Benoa. Proyek reklamasi yang dijalankan oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) tersebut tidak hanya mendapat penolakan dari warga Bali, tetapi juga di desa Labuhan Haji, Lombok Timur

Berdasarkan rilis Aliansi Gerakan Reforma Agraria, pengerukan pasir akan dilakukan pada laut Labuhan Haji oleh PT Dinamika Atria Raya (DAR), perusahaan rekanan PT TWBI. Pasir tersebut akan diangkut ke Bali untuk membuat pulau di teluk benoa oleh PT TWBI. Perusahaan milik Tomy Winata itu akan membangun aneka fasilitas pariwisata. Ada pusat pertunjukan, kawasan hotel, perumahan, pelabuhan kapal layar, lapangan golf, dan lain-lain.

Dari rilis Mongabay, berdasarkan nota kesepakatan dengan PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) No.02/TWBI/L/11/2015, PT DAR akan mengeruk pasir sebanyak 30 juta kubik. Potensi pasir di selat ini, sebagaimana disebut dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dikonsultasikan kepada publik di Bali pada akhir Januari 2016 lalu mencapai 70 juta kubik.

Sementara itu di rilis website Aliansi Gerakan Reforma Agraria (agraindonesia.org), luas wilayah pengerukan mencapai 1000 hektar dengan jarak 4 mil (5-6 km) dari bibir pantai. Daerah pengerukan tersebut merupakan wilayah tangkap nelayan sehari-hari.

Mansyur, warga desa Labuhan Haji mengatakan, jika  pengerukan memang jadi dilakukan, itu akan mengancam kehidupan ikan di bawah laut tersebut. Masih dari rilis Mongabay, pengerukan akan dilakukan oleh dua buah kapal keruk jenis trailing suction hopper dredger (TSHD). Jenis kapal keruk ini akan menyeret pipa pengisap ketika bekerja dan mengisi material yang diisap tersebut ke satu atau beberapa penampung (hopper) di dalam kapal. Ketika penampung sudah penuh, kapal pengeruk akan berlayar ke lokasi pembuangan di Teluk Benoa, Bali.

Tiap kapal keruk TSHD yang akan digunakan ini memiliki kapasitas 30 ribu meter kubik sehingga dalam sehari mampu mengambil 60 ribu meter kubik. Mereka akan mengeruk bersamaan.

“Jika terjadi pengerukan pasir dilaut yang luas ini, maka jelas dampaknya besar. Rumah ikan akan rusak, karena batu-batu yang sebelumnya diatas akan jatuh kebawah merusak rumah ikannya. Air dari laut lepas juga akan masuk ke daratan dan terjadi gelombang besar,” keluh Mansyur yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan.

Ia menuturkan, jika rumah ikan tersebut sudah rusak, maka tempat ikan untuk berlindung saat gelombang datang tidak ada, ini akan menyebabkan ikan menjadi tercerai-berai. “Saya mencari ikan kan dengan cara menyelam, tentu saya tahu seluk-beluknya seperti apa,” tegas Mansyur.

Sebagai bentuk penolakan, masyarakat Labuhan Haji, melakukan aksi di depan Kantor Bupati Lombok Timur, pada 2 Januari 2016 lalu. “Saat ini belum terjadi pengerukan pasir, dulu kan sempat kita mengadakan demonstrasi di Kantor Bupati,” tutur Mansyur.

Saat ini pengerukan pasir di Lombok Timur memang belum dilakukan, sebab masih menunggu hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Sekarang memang aman, tidak terjadi pengerukan, tapi kita kan tidak tahu tahun depannya bagaimana. Pemerintah itu kan banyak caranya, entah nanti caranya bagaimana supaya bisa dikeruk. Kalau kita ini kan ibarat telur, kita tidak bisa berkutik. Tetapi, yang penting kita sudah sampaikan yang menjadi aspirasi kita itu. Kalau diteruskan (pengerukan pasir, red.) ya, perang sih kita,” ujar Mansyur. (halorinjani/lta/aks)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s