Sepak Terjang 4 Politisi NTB di Jakarta

untitled-2
Dari kiri ke kanan: Kurtubi, Hatta Taliwang, Zulkifliemansyah, Fahri Hamzah.

Penulis: Bayu Diktiarsa

Halo Rinjani – Siapa yang menyangka, empat nama politisi Nusa Tenggara Barat ini memberi warna dalam kontestasi politik di Senayan, Jakarta. Nama – nama seperti Fahri Hamzah yang kini menjadi Wakil Ketua DPR-RI, Zulkifliemansyah pendiri Universitas Teknologi Sumbawa, Kurtubi Pakar Migas, dan keterlibatan Hatta Taliwang dugaan makar Presiden Jokowi.

Bagaimana sepak terjang mereka?

  1. Fahri Hamzah

Fahri Hamzah sudah dikenal publik sejak reformasi 1998. Wakil Ketua DPR-RI 2014—2019 ini memulai karir mulai dari mahasiswa sebagai ketua umum pertama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Laki-laki kelahiran Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tanggal 10 Nopember 1971 ini sempat berkuliah di Fakultas Pertanian Universitas Mataram, sebelum akhirnya memutuskan untuk kuliah di Fakultas Ekonomi UI.

Sebagai intelektual muda, sejak masih berstatus mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Fahri telah banyak terlibat dalam kegiatan akademis dan kecendekiawanan. Selain pernah bekerja sebagai salah satu pimpinan di Jurusan Ekonomi Ekstensi UI, Fahri juga pernah aktif sebagai Ketua Departemen Pengembangan Cendekiawan Muda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat dan berbagai kegiatan lainnya.

Karirnya semakin mentereng setelah bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera pada tahun 2004. Terlebih kritikan pedasnya terhadap eksekutif menjadi ciri khas dari politisi asal Sumbawa tersebut. Namun, dibalik kritikan pedasnya itu banyak warga Sumbawa dan Nusa Tenggara Barat yang menaruh kepercayaan tinggi kepadanya. Terbukti dari perolehan suara tertinggi untuk calon anggota legislatif DPR-RI untuk dapil Nusa Tenggara Barat. Selain itu Fahri kerap mengisi acara – acara di daerah asalnya ini.

  1. Zulkifliemansyah

Tidak ada yang mengira, Zulkifliemansyah adalah politisi dari Sumbawa. Sempat maju menjadi lawan Ratu Atut pada pemilihan Gubernur Banten 2006, Zulkifliemansyah kini membangun sebuah Universitas di Sumbawa. Laki-laki lulusan Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) juga memiliki gelar akademis yang cukup mentereng di Strathlyde Business School, University of Strathclyde di United Kingdom (UK).

Sebagai orang yang suka belajar, Bang Zul membangun Universitas Teknologi Sumbawa sebagai bentuk cintanya kepada warga Sumbawa. Pengalaman menempuh berbagai pendidikan dan fellowship keluar negeri menjadi bekal kesuksesan untuk membangun Universitas yang terletak di kawasan Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu, Kab. Sumbawa Besar tersebut.

Kini pria murah senyum ini kembali dipercaya berkiprah di DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai sekretaris Fraksi PKS MPR. Sejak 2009 Bang Zul diamanahi untuk berkecimpung di Komisi VII yang berkutat dengan persoalan sumber daya energi dan mineral, riset dan teknologi dan lingkungan hidup. Setelah kurang lebih dua tahun di Komisi VII, terhitung sejak Bulan November 2011 Bang Zul diamanatkan fraksi PKS untuk pindah ke komisi XI sebagai Wakil Ketua.

Keterlibatannya di dunia politik tak berarti menyurutkan berprestasinya sebagai akademisi di kampus. Memenangkan berbagai Grant Penelitian di tingkat Nasional, menulis di jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri serta merepresentasikan Indonesia di penelitian-penelitian Internasional, menulis opini di koran nasional adalah hal biasa yang dilakukannya. Tak mengherankan jika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menobatkannya sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia dalam bidang Ekonomi dan Management tahun 2003.

  1. Kurtubi

Kurtubi dikenal sebagai pakar peminyakan nasional. Terlebih keterlibatannya di Pertamina pada 1999, dan pernah menjabat sebagi Komisaris PT Newmont Nusa Tenggara menjadi bekalnya menuju senayan. Karir politiknya semakin cemerlang setelah bergabung dengan Partai Nasdem dan menjadi anggota DPR-RI 2014—2019.

Pria kelahiran kediri Lombok ini kerap memberikan komentar terkait isu sumber daya alam. Mulai dari penetapan tersangka Ketua SKK Migas hingga kasus pencatutan nama Presiden Jokowi oleh Setya Novanto. Kurtubi juga sering membahas tentang Freeport dan dimintai keterangannya sebagai ahli di bidang perminyakan.

  1. Hatta Taliwang

Lahir di Desa Brang Rea, Sumbawa Barat pada 17 Februari 1954 aktivis dan direktur Institute Soekarno Hatta menjadi salah satu tokoh kontroversial di awal 2017 ini. Tersangka dugaan makar pasca kasus penistaan agama Ahok ini menjadi salah satu tersangka disamping Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, dan Ahmad Dhani. Selain itu, ia sempat menulis tentang Waspada Politik Cina Raya yang sempat menguak di beberapa media online.

Perjalanan politik Hatta Taliwang mencapai puncaknya saat ia menjadi salah satu dari 50 tokoh yang turut menandatangani akte notaris pendirian Partai Amanat Nasional. dia menjadi anggota DPR dari fraksi partai amanat nasional pada tahun 1999-2004 ,hatta taliwang setelah tidak menjadi anggota DPR dan keluar dari partai amanat nasional nama nya sudah tidak terdengar lagi. (halorinjani/bay)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s